Mataram, Nusa Tenggara Barat – Banyak orang mengira komputer adalah hasil temuan dari para insinyur teknologi modern. Namun sejarah mencatat bahwa penemu komputer pertama justru berasal dari kalangan ilmuwan matematika, jauh sebelum era digital dimulai.
Charles Babbage: Bapak Komputer Dunia
Sosok tersebut adalah Charles Babbage, seorang ahli matematika asal Inggris yang hidup pada abad ke-19. Pada tahun 1822, Babbage mengembangkan konsep awal mesin hitung otomatis yang ia beri nama Difference Engine.
Mesin ini dirancang untuk menghitung tabel matematika secara otomatis — sesuatu yang sangat revolusioner pada masa itu. Tak berhenti di situ, Babbage juga merancang mesin yang lebih kompleks bernama Analytical Engine, yang menjadi cikal bakal komputer modern karena memiliki elemen-elemen pemrosesan, memori, dan unit input-output.
Ide Brilian dari Abad ke-19
Meski tidak sempat menyelesaikan Analytical Engine karena keterbatasan teknologi saat itu, desain Babbage diakui sebagai fondasi komputer digital yang kita gunakan saat ini. Bahkan, konsep seperti unit kontrol dan arsitektur pemrograman telah dirancang dalam skemanya.
“Babbage membuktikan bahwa matematika bukan hanya ilmu hitung, tetapi juga dasar dari logika pemrograman dan otomasi,” ujar Dr. Hendra Wahyudi, dosen Ilmu Komputer di Mataram.
Kontribusi dari Ada Lovelace
Tak hanya Babbage, nama Ada Lovelace, rekan sekaligus anak dari penyair Lord Byron, juga tercatat dalam sejarah. Ia dianggap sebagai programmer komputer pertama di dunia, karena menulis algoritma untuk Analytical Engine milik Babbage.
Kolaborasi keduanya mengubah cara manusia melihat mesin — bukan hanya sebagai alat bantu mekanik, tetapi sebagai sistem logika yang bisa menjalankan perintah kompleks.
Dampaknya terhadap Dunia Modern
Gagasan yang ditanamkan oleh Babbage dan Lovelace menjadi dasar pengembangan komputer elektronik di abad ke-20, seperti ENIAC, IBM, hingga perangkat komputasi yang kita gunakan sekarang.
Kini, berkat warisan para ahli matematika ini, komputer telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia — dari pendidikan, bisnis, hingga hiburan.
Ditulis oleh:
Arma Yoga P
Mahasiswa Universitas Teknologi Mataram – Mataram, NTB
